Kita tau bahwa menikah adalah jalan tol menuju surga.
Kenapa bisa begitu
Ya kita tau sendiri, bahwa menikah adalah ibadah terlama, ibadah terpanjang dalam agama kita.
Dimulai sejak akad nikah ijab kabul sampai maut memisahkan, atau sampai cerai, naudzubillah.
Sepanjang status pernikahan itu kamu sandang, maka selama itu pula pahala akan terus mengalir. Masya Allah.
Tapi, kita semua tau bahwa tidak semua org yg lewat jalan tol itu bisa sampai tujuan dgn cepat.
Tidak sedikit org yg masuk ke jalan tol, tapi tidak bisa keluar dgn selamat, ada yg salah keluar gerbang tol, bahkan ada pula yg mengalami kecelakaan, naudzubillah.
Terlihat sepele, tapi tanpa ilmu dan kemudahan dari Allah, hal sesederhana apapun bisa menjadi rumit.
Apalagi ini bukan hal yg sederhana, ini adalah pernikahan.
Ibadah terpanjang, ibadah seumur hidup seseorang.
Kita kembali ke analogi jalan tol.
Anggap saja kita masuk tol dari Pettarani menuju ke Bandara.
Ketika dapat persimpangan jalan, harusnya kan kita belok kiri.
Tapi jika kita tidak punya ilmunya, tidak paham membaca rambu, kita bisa saja lurus dan keluar di Pelabuhan.
Pas keluar di Pelabuhan malah bingung, nyalain orang-orang, kenapa dia ada di Pelabuhan, kan dia mau ke Bandara.
Sampai di pelabuhan dia kemudian belok kiri menuju Veteran, tembus di Urip dan kembali masuk ke tol.
Dapat persimpangan jalan yg sama, tapi dia tetap tak punya ilmu.
Bahkan tak mau belajar dr kesalahan sebelumnya, tetap mengambil jalur lurus.
Akhirnya dia pun kembali ke Pelabuhan, bukan ke Bandara.
Percobaan yg ketiga masih sama, tapi kali ini dia lakukan dengan emosi, terburu-buru dan dikendalikan nafsu.
Akhirnya kendaraan nya nabrak di tol, dia pun meninggal dunia dalam keburukan. Naudzubillah.
Sudah lihat pentingnya ilmu? Terlihat sepele memang, tapi tanpa ilmu semua mustahil dilakukan dengan baik.
Bahkan perkara arah saja, kita masih sangat kesulitan.
Nah bgt jg dgn pernikahan, memang iya pernikahan itu bisa menjadi jalan tol menuju surga.
Tapi pertanyaannya, pernikahan yg seperti apa dulu.
Kalau pernikahan yg dibangun diatas ilmu, diatas pemahaman agama yg benar, insya Allah iya.
Tapi jika cuma dibangun diatas dunia, nikah cuma modal semangat saja, itu bunuh diri namanya.
Ntar setelah nikah, suami kekurangan rezeki sedikit aja sudah minta balik ke rumah orang tua.
Ntar setelah nikah, diuji istri belum bisa hamil dikit aja sudah pengen cerai aja, duh.
Belum perkara ipar, belum tentang mertua.
Masih ada masalah nafkah, tetangga, anak..
Addehh 🤣
Kalau cuma modal semangat, bisa gugur di babak pertama permainan.
Jangankan surga akhirat yg diidamkan, kehidupan mu di dunia bisa berubah bagaikan neraka 🔥
Tidak ada komentar:
Posting Komentar