Sabtu, 11 September 2021

SEBUAH RENUNGAN

 SEBUAH RENUNGAN

*Seorang istri bertengkar dengan Suaminya dan pergi Meninggalkcan Rumah.* 


Saat berjalan tanpa tujuan Ia Baru Sadar bahwa Ia sama Sekali tidak Membawa uang.


Ia Lapar sekali, ingin makan.

 Seorang Pemilik Restoran melihat perempuan itu Berdiri Cukup lama didepan Restorannya, lalu Bertanya.


*Bu, apakah Engkau ingin Memesan makanan?*


“ *Ya*, tapi aku tidak Punya Uang,"

jawab perempuan itu dengan malu-malu. 


*Tidak Apa-apa, aku Akan Memberi Gratis.*

 

Perempuan itu Segera Makan. 


Kemudian air Matanya mulai Berlinang. 


*Ada apa bu ?" tanya Pemilik Warung.* 


“Tidak apa-apa, Aku Hanya terharu Karena Seorang yang Baru Kukenal Memberi aku makan sedangkan suamiku telah *Mengusirku* dari Rumah


*Kamu seorang yang Baru Kukenal tapi Begitu Peduli Padaku*.


Pemilik warung itu Berkata ;

"Bu, mengapa kau Berpikir Begitu *Renungkan hal ini,* Aku Hanya Memberimu semangkok bakmi & Kau begitu Terharu, ... Sedangkan ...

Suamimu memberi mu nafkah dll membantu mengurus anakmu Setiap Hari

 *Harusnya kamu Berterima Kasih Kepadanya ..."* 


Perempuan itu Kaget Mendengar Hal tersebut. 


Mengapa untuk semangkok bakmi dari *orang yang Baruku Kenal* aku Begitu Berterima Kasih,

... Tapi ...

 *Terhadap Suamiku* yang Mencari Nafkah Untukku dan membantu mengurus anakku selama ini

 *Aku tak Pernah Berterima Kasih* .


Perempuan itu Segera Bergegas Pulang 


Begitu Sampai di Ambang Pintu rumah,

ia Melihat Suaminya dengan Wajah Cemas.


Ketika Melihat istrinya,

Kalimat Pertama-tama yang Keluar dari Mulut Suami adalah: 


*"Kau sudah Pulang, Cepat masuk, aku Telah Memasak untuk mu dan anakmu."* 


Mendengar Hal itu,

si perempuan tidak dapat Menahan Tangisnya  dan *Menangis* dihadapan Suaminya.


Sahabatku, 

Kadang Satu Kesalahan, Membuat kita *Begitu Mudah Melupakan Kebaikan* yang Telah kita Nikmati tiap hari.


Sekali Waktu kita Mungkin akan Sangat Berterima Kasih untuk Suatu Pertolongan Kecil yang Kita Terima. 


Namun kita *sering tidak Sadar & Lupa Berterima Kasih Akan Kebaikan-kebaikan* dari Orang-orang yang Sangat Dekat Dengan Kita.


Berterimakasih lah Kepada :

*Ayah - Ibu* ... kita

*Istri / Suami* ... kita

*Pegawai Rumah Tangga* ... kita

*Pegawai di kantor* ... kita

*Office boy di kantor* .... kita

*Semua Orang orang Terdekat* dengan kita


Hidup itu Indah, *kalau kita Pandai* 

Berterima Kasih dan Bersyukur ... 

Belajar menerima apa adanya ...


Ketika *GELAP,* 

baru tersadarkan apa arti dari *TERANG.*  


Ketika *KEHILANGAN,* 

baru tersadarkan arti dari *MEMILIKI* 


Ketika *BERPISAH,* 

baru tersadarkan arti dari *KEBERSAMAAN* .


Kemarin sudah *TIADA,* 

besok belumlah *TIBA,* 

kita hanya punya *1* hari, yaitu *HARI* ini. 

Jangan sesali yang telah berlalu, itu *perbuatan sia-sia.* 


 *Syukuri* apa *yang telah dimiliki,* agar kebahagiaan selalu berada disisi kita


Dalam kehidupan *NYATA,* 

kadang kita suka mempermasalahkan hal yang *KECIL,* 

yang tidak *PENTING,*  sehingga akhirnya merusak *NILAI* yang *BESAR* .


Persahabatan yang *INDAH* selama puluhan tahun *BERUBAH* menjadi permusuhan yang *HEBAT* ,  karena *SEPATAH* kata *PEDAS* yang tidak *DISENGAJA* .


Keluarga yang *RUKUN* dan *HARMONIS* pun bisa *HANCUR* hanya karena perdebatan *KECIL* yang tidak *PENTING* .

yang *REMEH*  kerap dipermasalahkan,

tetapi yang lebih *PENTING* dan berharga *LUPA* dan *TERABAIKAN* .


Seribu *KEBAIKAN* sering tidak *BERARTI, TAPI SETITIK* kekurangan *DIINGAT* selamanya


Mari belajar *MENERIMA* kekurangan apapun yang ada -dalam kehidupan kita-,

Bukankah tak ada yang *SEMPURNA* didunia ini ... ?


 *SEHATI* bukan karena saling *MEMBERI* ,

tetapi sehati karena saling *MEMAHAMI* . 


 *BETAH* bukan karena *MEWAH* , tetapi betah karena saling *MENGALAH* 


*INDAH* bukan karena selalu *MUDAH* 

tetapi *INDAH* karena dihadapi bersama setiap *KESUSAHAN* ...         

🙏😇


Copas

Selasa, 17 Agustus 2021

Kisah Rumah Tangga

Saat kamu sudah menjadi istri. sesekali pandanglah wajah suamimu ketika ia terlelap.

Itulah orang yang tiada hubungan darah denganmu namun tetap terus berusaha mencintaimu.

Sebelum Menikah ia tak punya hutang budi terhadapmu.

Bahkan ia mempunyai hutang budi terhadap Ibu bapaknya. Ia memilihmu sebelum ia sempat membalas seluruh hutang budi kedua orang tuanya.

Sesekali saat kamu berdua dengannya. lihatlah suamimu. pandanglah wajahnya dengan penuh sayang. Itulah peribadi yang boleh jadi selalu menutupi masalah-masalah nya diluar rumah.
agar kamu tak turut sedih karenanya.

Ia berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri agar kamu tidak ikut terbebani. Sementara kamu sering mengadukan masalahmu kepadanya. berharap ia mau mengerti dan memberi solusi.

Padahal bisa jadi saat itu masalahnya lebih besar daripada masalahmu. Namun kamu tetap yang diutamakannya.

Jumat, 16 Juli 2021

Hakikat Menikah

 Kita tau bahwa menikah adalah jalan tol menuju surga.


Kenapa bisa begitu 


Ya kita tau sendiri, bahwa menikah adalah ibadah terlama, ibadah terpanjang dalam agama kita.


Dimulai sejak akad nikah ijab kabul sampai maut memisahkan, atau sampai cerai, naudzubillah.


Sepanjang status pernikahan itu kamu sandang, maka selama itu pula pahala akan terus mengalir. Masya Allah.


Tapi, kita semua tau bahwa tidak semua org yg lewat jalan tol itu bisa sampai tujuan dgn cepat.


Tidak sedikit org yg masuk ke jalan tol, tapi tidak bisa keluar dgn selamat, ada yg salah keluar gerbang tol, bahkan ada pula yg mengalami kecelakaan, naudzubillah.


Terlihat sepele, tapi tanpa ilmu dan kemudahan dari Allah, hal sesederhana apapun bisa menjadi rumit.


Apalagi ini bukan hal yg sederhana, ini adalah pernikahan.


Ibadah terpanjang, ibadah seumur hidup seseorang.


Kita kembali ke analogi jalan tol.


Anggap saja kita masuk tol dari Pettarani menuju ke Bandara.


Ketika dapat persimpangan jalan, harusnya kan kita belok kiri.


Tapi jika kita tidak punya ilmunya, tidak paham membaca rambu, kita bisa saja lurus dan keluar di Pelabuhan.


Pas keluar di Pelabuhan malah bingung, nyalain orang-orang, kenapa dia ada di Pelabuhan, kan dia mau ke Bandara.


Sampai di pelabuhan dia kemudian belok kiri menuju Veteran, tembus di Urip dan kembali masuk ke tol.


Dapat persimpangan jalan yg sama, tapi dia tetap tak punya ilmu.


Bahkan tak mau belajar dr kesalahan sebelumnya, tetap mengambil jalur lurus.


Akhirnya dia pun kembali ke Pelabuhan, bukan ke Bandara.


Percobaan yg ketiga masih sama, tapi kali ini dia lakukan dengan emosi, terburu-buru dan dikendalikan nafsu.


Akhirnya kendaraan nya nabrak di tol, dia pun meninggal dunia dalam keburukan. Naudzubillah.


Sudah lihat pentingnya ilmu? Terlihat sepele memang, tapi tanpa ilmu semua mustahil dilakukan dengan baik.


Bahkan perkara arah saja, kita masih sangat kesulitan.


Nah bgt jg dgn pernikahan, memang iya pernikahan itu bisa menjadi jalan tol menuju surga.


Tapi pertanyaannya, pernikahan yg seperti apa dulu.


Kalau pernikahan yg dibangun diatas ilmu, diatas pemahaman agama yg benar, insya Allah iya.


Tapi jika cuma dibangun diatas dunia, nikah cuma modal semangat saja, itu bunuh diri namanya.


Ntar setelah nikah, suami kekurangan rezeki sedikit aja sudah minta balik ke rumah orang tua.


Ntar setelah nikah, diuji istri belum bisa hamil dikit aja sudah pengen cerai aja, duh.



Belum perkara ipar, belum tentang mertua.


Masih ada masalah nafkah, tetangga, anak..


Addehh 🤣


Kalau cuma modal semangat, bisa gugur di babak pertama permainan.


Jangankan surga akhirat yg diidamkan, kehidupan mu di dunia bisa berubah bagaikan neraka 🔥


Sabtu, 19 Juni 2021

Berusaha Tegar

 Selalu Kutata Hatiku sebaik Mungkin

Berusaha dengan lapang dada menerima semua kenyataan ini,

Tak Dihormati, tak Dihargai,

Tapi selalu ku coba Kutata Hatiku sebaik mungkin, 

Ada sakit yang lebih sakit dari ini yang selalu berusaha ku kubur dalam-dalam

Meski Sikap itu selalu membuat nya terbangun kembali.

Tak mengapa aku tak di hormati, tak di hargai, 

Bahkan menyakitiku seumur hidup

Sabtu, 10 April 2021

IMPIAN YANG TERKUBUR

 Akhirnya

Aku harus mengubur semua impian impian ku

Sampai disini saja.

Demi Anak ku, kini kuputuskan untuk memilih jakanku, 

Semua impian impian itu

Hanya sebatas impian semata,

Akhirnya di titik ini aku menyerah dan memilih menempuh jalanku demi Masa depan anakku

Tidak mudah memang memilih untuk di pahami



Jumat, 08 Januari 2021

HAKIKAT HIDUP

 Hidup memang tak hanya tentang Bahagia adakalanya perlu luka agar kita lebih menghargai bahagia itu, perlu perjuangan untuk menghargai hasil, dan perlu lapangnya dada menerima hal-hal yang tak sesuai dengan yang kita minta.

Selalu ada pilihan bagi mereka yang masih memiliki harapan. Karena hidup akan terus bergerak, memilih malas akan tertindas, lambat tertinggal, sementara bila berhenti, mati. Ikutlah arus Waktu dengan bergerak maju. Hidup adalah perjalanan maka pilihlah untuk terus berjalan hingga sampai pada tujuan.

Setiap kita pasti diberikan pilihan. Maka, pilihlah yang baik untukmu dan bertanggungjawablah atas pilihan yang kamu ambil, karena setiap pilihan nantinya akan dipertanggungjawabkan. 


Hidup merupakan kumpulan tindakan maka bertindaklah dengan baik dan bijak. Berikan sebuah makna dalam setiap jengkal langkah yang kamu pilih, karena pada akhirnya setiap pilihan akan menentukan bagaimana akhir dari sebuah kehidupan.


#Copas